Change our System With Islam!
Mata uang kertas yang diciptakan oleh sistem kapitalis tidak bisa mempertahankan nilai nominal awal mata uang tersebut bahkan tidak bisa meninggikan nilai nominal tersebut untuk beberapa tahun ke depan. Bahkan kenyataannya malah semakin turun. Uang senilai Rp. 100,- hanya bisa membeli sebuah permen pada saat sekarang tapi coba kita flashback ke tahun 1995, pada saat itu uang senilai Rp.100,- bisa membeli empat permen karena satu harga permen yang sama jenisnya seperti harga permen yang di atas hanya seharga Rp.25,-. Kini mata uang yang senilai dua puluh lima rupiah sudah tidak lagi diedarkan karena satu koinnya sudah tidak bisa membeli satu barangpun. Mata uang dinar yang dipakai pada saat Khilafah masih berdiri kokoh. Terbukti dalam sejarah sangat kecil sekali inflasinya. Pada masa Rasulullah saw, uang satu dinar (4,25 gram emas) orang dapat membeli satu ekor kambing. Dan pada masa sekarang tahun 2007, dengan uang senilai 1 dinar orang masih dapat membeli satu ekor kambing. Hebat, bukan?
Potret buram di atas, tidak pernah terjadi ketika dunia ini di bawah naungan sistem Islam, sebagai contoh: Pendidikan di Indonesia sekitar 4.5 juta anak putus sekolah. Kualitas pendidikan rakyat di Indonesia semakin rendah. Menurut UNESCO (2000) IPM Indonesia makin PAYAH. Pendidikan semakin mahal namun tidak bisa membuat pintar apalagi mencerdaskan anak bangsa. Standar kelulusan semakin tinggi namun hanya bisa memberi kreativitas mencontek bagi para didikannya alias anak-anak Indonesia. Jadi, wajar apabila Indonesia disebut Negara Terkorup Di Dunia.
Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab, kesejahteraan merata hingga ke seluruh negeri. Abu Ubaid menuturkan (Al Amwal, hlm. 596) bahwa dalam tiga tahun masa pemerintahan Khalifah Umar, di wilayah Yaman, setiap tahun Muadz bin Jabal mengirimkan separuh bahkan seluruh hasil zakat yang dipungutnya kepada Khalifah Umar, kemudian Umar berkata ”Kenapa zakat itu tidak dibagikan kepada fakir-miskin?”, lalu Muadz menjawab ”Masalahnya, saya tidak menjumpai seorang yang miskinpun yang berhak menerima zakat”. (Al-Qaradhawi, 1995) Subhanallah!
Pertanyaannya sekarang adalah, ”Mengapa Khilafah pada masa lalu bisa menciptakan kesejahteraan pada masyarakat secara menyelurh tanpa ada yang terlewat sedikitpun?” Jawabannya tidak lain karena Syariah Islam diterapkan secara menyeluruh dalam naungan Khilafah dalam seluruh aspek kehidupan. Maka jangan aneh bila mendengar Islam adalah agama yang SEMPURNA.
Dan pertanyaan yang terakhir yang muncul pada diri kita adalah ”Maukah kita kembali lagi menegakkan Khilafah?” Mengganti sistem kapitalisme menjadi sistem Islam yang akan menerapkan Syariah! Dimana selama 1300 tahun senantiasa melahirkan keberkahan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi para rakyatnya sementara Kapitalisme yang baru eksis selama 83-an tahun selalu melahirkan kesengsaraan bagi rakyat bukan kesejahteraan. Wallahu a’lam bi ash-shawab.