Lail Brichana Riani

September 18, 2007

bikin Ramadhan Lebih Hidup Dengan Penegakan Syariah Islam

Filed under: Uncategorized

ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat “Dialah (Ramadhan) bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan, dan pada sepertiga akhirnya merdeka dari api neraka” (HR. Ibnu Khuzamah dari Salman Alfarisi, seperti yang disebutkan dalam kitab Hayat Ash- shahabah).

Syariah adalah rahmat dimana Rasulullah dengan sabdanya “Allah Swt membagi rahmat menjadi 100 bagian. Dia menyimpan disisi-Nya 99 bagian dan diturunkannya ke bumi satu bagian. Satu bagian inilah yang dibagikan kepada seluruh makhluk (begitu meratanya sampai satu bagian yang dibukakan itu diperoleh pula oleh seekor binatang yang mengangkat kakinya karena dorongan kasih sayang, karena khawatir akan mengijak anaknya”. (HR. Muslim).
Lalu apa yang kita tunggu lagi bila saat ini kita yakin bahwasannya menerapkan syariah di bawah naungan Khilafah akan membawa rahmat Allah dan itu pun merupakan perkara wajib kaum muslimin lakukan.

Wahai saudaraku setiap tahun ramadhan menyapa kita. Lalu adakah peningkatan aktifitas keimanan dan ketakwaan dalam diri kita? Adakah tambahan kerinduan dan upaya untuk menggapai rahmat Allah Yang Maha Penyayang? Makin membangkitkan keimanan kita dari tahun ke tahun atau biasa-biasa saja? kita shaum pada bulan yang sama, berhari raya pada hari yang sama, berhaji pada bulan yang sama, Tuhan kita sama, al-quran kita sama, sosok teladan kita sama yaitu Nabi Muhammad saw, dan kiblat kita sama. Lalu adakah kerinduan dalam diri kita untuk menjadi ummat yang satu yang hidup dalam ketakwaan yang makin membahana dalam lubuk hati kita? Hanya dengan melaksanakan Syariah Allah sajalah, kita akan menjadi ummat yang terbaik dihadapan Allah swt.

September 14, 2007

Hentikan perpecahan!

Filed under: Uncategorized

Masalah kesejahteraan di pulau Papua kini terus-menerus dipelopori oleh kompor pelepasan diri dari Negara Indonesia. Hanya karena alasan Pemerintah Indonesia tidak bisa memperlakukan Papua dengan baik. Rakyat Papua bersih keras menuntut keadilannya dengan melepaskan diri mereka dari wilayah Indonesia. Apakah hal itu merupakan solusi yang terbaik? Bagaimana dengan kasus pelepasan Timor-Timur dari Negara Indonesia, apakah rakyat Papua tidak melihat dengan jelas yang terjadi pada Negara Timor Leste tersebut, bahwasannya kesejahteraan rakyat yang sudah dijanjikan oleh Negara Australia tidak mereka berikan! Apakah rakyat Papua tidak takut? Bahwasannya hal tersebut akan dialami oleh mereka sendiri?.

Apakah rakyat Papua sama sekali tidak menyadari, bahwa gerakan disentegrasi ini merupakan strategi imperialisme Barat untuk memecah-belah Negara Indonesia! Barat ingin agar Indonesia dipecah-belah menjadi wilayah-wilayah kecil yang dapat dengan mudah dijajah atau bahkan diambil alih oleh Negara barat baik dari pemerintahannya untuk dirampok sampai kekayaan yang terkandung di dalam wilayah tersebut.

Rakyat Indonesia dan Pemerintah seharusnya sudah membaca gerak-gerik orang-orang barat untuk mengambil kekuasaan mereka dengan dalih ingin mensejahterakan rakyat. Kompor yang memperparah gerakan separatis ini harus dihentikan dengan secepatnya sebelum adanya celah kecil dimasuki oleh AS untuk memecah-belah Negara Indonesia. Rakyat dan Pemerintah Indonesia seharusnya tidak terjebak dalam ranjau yang sama yang dibuat oleh Barat.

Khilafah : Membebaskan manusia dari penjajahan Kapitalisme global !!

Filed under: Uncategorized

17 Agustus 2007 pukul 07.00 wib, ada nomor yang tidak dikenal mengirimkan ucapan selamat kemerdekaan kepada saya. Saya berpikir, benarkah Indonesia sudah merdeka atau hanya suatu simbol agar diakui secara de facto. Kenapa saya berpikir seperti itu, lihat saja ke sekeliling kita. Sudahkah bangsa ini merdeka secara utuh? Badan Dunia yang menangani masalah pangan, World Food Programme (WFP) memperkirakan, anak Indonesia yang menderita kelaparan akibat kekurangan pangan saaat ini berjumlah 13 juta orang (Suara pembaruan,11/07/07). Menurut laporan Australia-Indonesia Partnership (Juli 2004), “Lebih dari separuh penduduk Indonesia yang berjumlah 210 juta rawan terhadap kemisikinan”. Pada tahun 2002, Bank dunia memperkirakan 53% penduduk atau sekitar 111 juta jiwa hidup di bawah garis kemiskinan dengan standar internasional, yaitu US$ 2 perhari. Intinya, wajar Indonesia sebagai negara berkembang dengan sumber daya alam yang melimpah mengalami kemiskinan, toh semua itu negara asing yang menikmati bukan rakyat pribuminya kok”.

Apakah hal ini disebut suatu kemerdekaan apabila kebijakan-kebijakan negara ini harus lapor dulu ke Amerika Serikat. Bahkan atas nama bantuan, saat bertemu DPR, Duta Besar Amerika untuk Indonesia Cameron R. Hume menyampaikan, pihak AS menawarkan bantuan kepada parlemen untuk meningkatkan kapasitas anggota parlemen dan staf pelatihan, kunjungan program magang; misalnya pelatihan dalam pembuatan draft UU, mulai dari naskah akademik sampai kepada terbentuknya UU (Eramuslim.com,14/08/07). Hal ini menunujukan bahwasannya negara Indonesia tidak mampu untuk menjalankan roda pemerintahan tanpa dituntun oleh AS. Sistem kapitalisme global saat ini telah menjajah negara kita selama 60 tahun, dengan membunuh pelan-pelan rakyat Indonesia secara tidak langsung hingga membuat kesan tidak sadis. Wajar bila sampai saat ini, kita tidak merasa terjajah secara fisik.

Kita harus menyatakan kemerdekaan secara mutlak baik fisik maupun non-fisik (sistem). Menurut Prof. Dr. Hassan Ko Nakata dari Sekolah Teologi Universitas Doshisha, Jepang, dalam makalahnya untuk Konferensi Khilafah Internasional di Stadion Gelora Bung Karno 12 Agustus lalu, bahwa tantangan kapitalisme global hanya mungkin dilawan oleh ideologi yang juga bersifat global. Dalam hal ini, Islamlah yang bisa melawan Kapitalisme global dengan sistem Khilafah. Sistem Khilafah berfungsi sebagai sarana pembebasan umat manusia dari penjara negara-negara asing yang hanya ingin menguras habis sumber daya alam negara-negara berkembang. Khilafah merupakan kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariah dan mengemban risalah Islam sebagai rahmat ke seluruh penjuru dunia.

Oleh karena itu, kita harus meyakini pertolongan Allah dengan agama yang diridhai-Nya. Bahwa Islam yang terepresentasi di dalam Daulah Khilafah dan para punggawanya akan mampu membebaskan umat manusia dari penjajahan Kapitalisme global. Allah Akbar!!!

Change our System With Islam!

Filed under: Uncategorized

Mata uang kertas yang diciptakan oleh sistem kapitalis tidak bisa mempertahankan nilai nominal awal mata uang tersebut bahkan tidak bisa meninggikan nilai nominal tersebut untuk beberapa tahun ke depan. Bahkan kenyataannya malah semakin turun. Uang senilai Rp. 100,- hanya bisa membeli sebuah permen pada saat sekarang tapi coba kita flashback ke tahun 1995, pada saat itu uang senilai Rp.100,- bisa membeli empat permen karena satu harga permen yang sama jenisnya seperti harga permen yang di atas hanya seharga Rp.25,-. Kini mata uang yang senilai dua puluh lima rupiah sudah tidak lagi diedarkan karena satu koinnya sudah tidak bisa membeli satu barangpun. Mata uang dinar yang dipakai pada saat Khilafah masih berdiri kokoh. Terbukti dalam sejarah sangat kecil sekali inflasinya. Pada masa Rasulullah saw, uang satu dinar (4,25 gram emas) orang dapat membeli satu ekor kambing. Dan pada masa sekarang tahun 2007, dengan uang senilai 1 dinar orang masih dapat membeli satu ekor kambing. Hebat, bukan?

Potret buram di atas, tidak pernah terjadi ketika dunia ini di bawah naungan sistem Islam, sebagai contoh: Pendidikan di Indonesia sekitar 4.5 juta anak putus sekolah. Kualitas pendidikan rakyat di Indonesia semakin rendah. Menurut UNESCO (2000) IPM Indonesia makin PAYAH. Pendidikan semakin mahal namun tidak bisa membuat pintar apalagi mencerdaskan anak bangsa. Standar kelulusan semakin tinggi namun hanya bisa memberi kreativitas mencontek bagi para didikannya alias anak-anak Indonesia. Jadi, wajar apabila Indonesia disebut Negara Terkorup Di Dunia.

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab, kesejahteraan merata hingga ke seluruh negeri. Abu Ubaid menuturkan (Al Amwal, hlm. 596) bahwa dalam tiga tahun masa pemerintahan Khalifah Umar, di wilayah Yaman, setiap tahun Muadz bin Jabal mengirimkan separuh bahkan seluruh hasil zakat yang dipungutnya kepada Khalifah Umar, kemudian Umar berkata ”Kenapa zakat itu tidak dibagikan kepada fakir-miskin?”, lalu Muadz menjawab ”Masalahnya, saya tidak menjumpai seorang yang miskinpun yang berhak menerima zakat”. (Al-Qaradhawi, 1995) Subhanallah!

Pertanyaannya sekarang adalah, ”Mengapa Khilafah pada masa lalu bisa menciptakan kesejahteraan pada masyarakat secara menyelurh tanpa ada yang terlewat sedikitpun?” Jawabannya tidak lain karena Syariah Islam diterapkan secara menyeluruh dalam naungan Khilafah dalam seluruh aspek kehidupan. Maka jangan aneh bila mendengar Islam adalah agama yang SEMPURNA.

Dan pertanyaan yang terakhir yang muncul pada diri kita adalah ”Maukah kita kembali lagi menegakkan Khilafah?” Mengganti sistem kapitalisme menjadi sistem Islam yang akan menerapkan Syariah! Dimana selama 1300 tahun senantiasa melahirkan keberkahan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi para rakyatnya sementara Kapitalisme yang baru eksis selama 83-an tahun selalu melahirkan kesengsaraan bagi rakyat bukan kesejahteraan. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Indonesia: Negara Boneka Berkedok Non-Blok

Filed under: Uncategorized

Anti terorisme mendoktrin dimasyarakat agar waspada pada gerakan yang sedikit berbau Islam fanatik, tapi sudah mengertikah Anda dengan arti fanatik itu sendiri?

Disatu sisi, pihak barat memuji kinerja polisi dan TNI tapi disisi lain pihak barat justru menekan pihak TNI. Anda lihat baik-baik permasalahan ini, lihat dengan kedua sisi yang berbeda jangan hanya memicingkan mata saja sambil duduk dengan santai. Fakta yang terjadi dalam perjanjian pertahanan (DCA:Defence Cooperation Agreement) antara RI dengan Singapura. Sejak awal perjanjian DCA ini sudah bermasalah. Diantara isinya adalah:1) Indonesia dibagi-bagi dalam empat wilayah latihan perang Singapura; alpha satu, alfha dua, bravo, dan daerah baturaja. 2) angkatan bersenjata Singapura diizinkan untuk menembakan rudal di wilayah RI, menggelar latihan militer di laut, darat dan udara bersama pihak ketiga. Kemungkinan besar dalam hal ini pihak ketiga yang dimaksud adalah AS, Inggris, atau bahkan Israel.

Dalam implementasinya, Singapura sudah bertindak semaunya dimana secara sepihak Singapura ingin mengatur sendiri latihan militer di wilayah bravo tanpa melibatkan TNI. Lebih dari itu, enam kapal perang angkatan laut negara singa putih ini berenang diperairan Riau. Lalu mereka berubah haluan setelah diusir oleh pasukan patroli TNI AL. Setelah kejadian ini, tiba-tiba saja Amerika serikat mengecam Pemerintah Indonesia, mereka membatasi P3K-nya dalam kemiliteran ke Indonesia. Alasannya pemerintah Indonesia dinilai lamban dalam melakukan reformasi TNI dan dalam menuntaskan kasus pelanggaran HAM oleh TNI (sehubungan dengan kasus Timtim). Apa lagi yang dicari AS untuk menjajah Indonesia, sedangkan Indonesia diam tak berkutik layaknya Negara Boneka yang sedang disodorkan pistol di kepala.

Dengan salah satu alasan Non-Blok, tidak memihak kepada negara siapa-siapa. Indoensia dengan cueknya menonton pembantaian kaum Israel menindas negara yang agamanya sama dengan penguasa Indonesia itu sendiri. Katanya Non-Blok tapi mengapa melihat peristiwa dengan sebelah mata. Menghadiri KTT Riyadh di Irak, hanya semata melihat Amerika Serikat sebagai penyelenggara acara tersebut. Sedikit memaksa sih, namun sudah cukup bukti untuk membeberkan bahwa penguasa kita sudah menutupkan matanya dengan AS.

Padahal Allah telah menegaskan kita agar tidak pernah memberikan jalan kepada kaum kafir penjajah untuk menguasai negeri dan wilayah kita, sehingga orang-orang mukmin di negeri ini benar-benar dikuasai dan dijajah oleh mereka. Jadi sebenarnya dimana rasa takut berada; di Allah-kah atau justru di Amerika Serikat?

Stop Mafia Tanah

Filed under: Uncategorized

Sekali lagi terbukti bahwa hukum positif yang berlaku di Indonesia terinjak-injak, hanya karena permainan politik dimana yang mempunyai kantong tebal, dialah yang berkuasa dan dapat melakukan apa saja. Dan lagi-lagi korban penganiyaan ini adalah rakyat sendiri. Maka jangan aneh, kasus sengketa tanah di Maruya tidak akan memiliki keputusan yang membuat para hati tiap-tiap rakyat tentram dan merasa puas. Mengapa semua ini terjadi?! Padahal Pemerintah hidup karena rakyat, subsidi yang diberikan Pemerintah kepada rakyat itu juga uang rakyat, kas keuangan negara juga dari rakyat. Tapi tetap saja Pemerintah tidak memberikan pelayanan yang memadai dan tidak memihak kepada rakyat. Membelai-belai rakyat dengan prosedur hukum positifnya kemudian menginjak-injak rakyat dengan merobek-robek kertas-kertas perundang-undangan dengan kebanggaan sifat plin-plannya. Lalu untuk apa hal ini masih dipertahankan?!

Sebenarnya permasalahan sengketa tanah akan bisa dihindari dengan solusi mendasar yang diberikan Islam yaitu:

1.Kebijakan menghidupkan tanah mati (ihya al-mawat). Dalam hal ini syariah Islam mengizinkan siapa saja yang memiliki kemampuan untuk menghidupkan tanah-tanah yang mati(tidak produktif) dengan cara yakni dengan menanaminya. Setiap tanah yang mati, jika dihidupkan/digarap oleh orang, adalah milik orang yang bersagkutan. Hal ini berlaku mutlak bagi siapa saja, baik muslim maupun non-muslim.

2.Kebijakan membatasi masa berlaku legalitas kepemilikan tanah, dalam hal ini tanah pertanian, yang tidak produktif alias ditelantarkan oleh pemiliknya selama tiga tahun. Dengan ketentuan ini, setiap orang tidak bisa seenaknya memagari tanah sekaligus mengklaimnya secara sepihak, sementara dia sendiri telah menelantarkannya lebih dari tiga tahun.

3.Kebijakan Negara memberikan tanah secara cuma-cuma kepada masyarakat(iqtha ad-dawlah). Adapun pemberian tanah secara cuma-cuma oleh Negara tidak terkait dengan tanah yang pernah dimiliki/dikelola oleh seseorang sebelumnya yang karena alasan-alasan tertentu, seperti: penelantaran tanah oleh pemiliknya kemudian diambillah oleh Negara, lalu diberikan kepada siapa saja yang membutuhkannya.

4.Kebijakan subsidi Negara. Setiap orang yang telah memiliki tanah akan dipaksa oleh Negara untuk menggarap tanahnya. Namun jika mereka tidak mempunyai modal atau uang untuk memproduktifkan tanahnya tersebut maka Negara memberikan subsidi agar pemilik tanah bisa menggarap tanahnya. Misalnya seorang rakyat mempunyai sebidang tanah dan dia ingin menjadikannya sawah, namun dia tidak mempunyai uang untuk membeli bibit padi oleh karena itu Negara memberikan subsidi kepada dia untuk dibelikan bibit padi agar tanah miliknya dapat bermanfaat/produktif.
Namun solusi ini tidak akan berhasil dengan efektif bila hanya dijalankan dengan setengah hati. Negara ini harus meninggalkan sisitem yang ada sekarang ini yang jelas-jelas menyengsarakan rakyat. Dengan menerapkan aturan yang benar yaitu Islam secara menyeluruh, maka pemerintah akan benar-benar dapat mensejahterakan rakyat. Tidak akan ada persengketaan tanah ataupun kekejaman lainnya. Hanya ada naungan Khilafah yang menyuburkan hati dan lingkungan.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Chris M