Lail Brichana Riani

September 17, 2006

PERTEMUAN TERAKHIR

Filed under: Puisi - Poem

sebuah liuk hati yang masih mengidamkan seseorang
begitu tersengat hingga tak ingin pergi
meskipun menyakitkan nanti
namun semakin tulus menghinggap dihati
angin berhembus meliuk pergi cenderung menggambarkan dirinya
sebenarnya ini adalah kisah yang seperti apa?
dongeng pagi-kah, novel lama-kah, atau hanya sepucuk
perjalanan penghias waktu
terlalu serampangan
entah mengapa semakin berbelit jalan kisah ini
hati ini semakin tulus menantikan seraut wajah
di seberang jalan. Setelah dia datang, rasa itu hilang
semuanya dari tawa kecil hingga kesedihan yang tak ada buntunya
musnah seperti luapan ombak yang tak mau kalah dengan pantai
pergi selayaknya pengatin kawin lari meminta kepastian
cinta pertamaku ketika menginjak kampus
semuanya hanyalah permainan waktu
dan aksi kejar-kejaran diri dengan perasaan
tak ada yang mengenal kepastian
dia hanya datang menampakkan diri dan kemudian diabaikan
kehilangan itu bagaimana pula menjadi sesuatu yang menyenangkan
membahagiakan, membuat singgungan senyum terbuat dibibirku kali ini
sebuah kata perpisahan darinya yang melegakan sebuah jawaban disanubari

Bandung, 17 September 2006

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://brichana.blogsome.com/2006/09/17/pertemuan-terakhir/trackback/

  1. akhir mac 2006 adalah pengakhiran cintalu apabila telah mengambil dia dari ku..dan perginya dia buat selamanya..namun hingga ke hari ini aku masih lagi merinduinya…sayangku..

    Comment by nia — March 20, 2007 @ 8:10 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Chris M