Lail Brichana Riani

September 27, 2006

AJARI AKU SEBUAH CARAMU

AJARI AKU SEBUAH CARAMU

mengajari sebuah dalaman kalbu
ajari saat sedihku menghapus air mata sendiri
merangkak memakai kedua tangan dan kaki
mengajari sebuah pertimbangan hati
ajari saat seseorang pergi dan sahabat tak kunjung kembali
bagaimana memnata kembali rumah yang di dalam diri
menghampar perih saat luka kembali terguyur gerimis
terlalu sering hingga biasa kehujanan

ajari aku sebuah caramu
melakukan senyum agar bisa
menyinggung bibir manis disetiap kelopak matamu
melintikkan jari melambaikan tangan
mengikhlaskan sebuah kata perpisahan sendiri
ajari aku membuat telaga seperti telaga di hatimu
luas dan merekah tidak seperti secangkir teh
di atas meja makan siangku
terlalu kecil hingga cobaan itu terasa pahit

ajari aku walau sedikit tidak mengenak di hatimu
ajari aku walau harus membiarkan memori hati mengenang yang dulu
ajari aku agar mentari bisa menyingsing dan kau
mengetahui betapa teman terbaik adalah teman
seperjalanan hidup. bukan kesendirian

Pohon Mangga, 27 Sept 2006

September 17, 2006

PERTEMUAN TERAKHIR

Filed under: Puisi - Poem

sebuah liuk hati yang masih mengidamkan seseorang
begitu tersengat hingga tak ingin pergi
meskipun menyakitkan nanti
namun semakin tulus menghinggap dihati
angin berhembus meliuk pergi cenderung menggambarkan dirinya
sebenarnya ini adalah kisah yang seperti apa?
dongeng pagi-kah, novel lama-kah, atau hanya sepucuk
perjalanan penghias waktu
terlalu serampangan
entah mengapa semakin berbelit jalan kisah ini
hati ini semakin tulus menantikan seraut wajah
di seberang jalan. Setelah dia datang, rasa itu hilang
semuanya dari tawa kecil hingga kesedihan yang tak ada buntunya
musnah seperti luapan ombak yang tak mau kalah dengan pantai
pergi selayaknya pengatin kawin lari meminta kepastian
cinta pertamaku ketika menginjak kampus
semuanya hanyalah permainan waktu
dan aksi kejar-kejaran diri dengan perasaan
tak ada yang mengenal kepastian
dia hanya datang menampakkan diri dan kemudian diabaikan
kehilangan itu bagaimana pula menjadi sesuatu yang menyenangkan
membahagiakan, membuat singgungan senyum terbuat dibibirku kali ini
sebuah kata perpisahan darinya yang melegakan sebuah jawaban disanubari

Bandung, 17 September 2006

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Chris M