LAYU SEKALI KISAHKU
Hujan yang gerimis itu sebenarnya sudah reda
Hanya aku saja yang masih ribut mencari payung tuk berlindung
Matahari sebenarnya sudah cerah
Namun hanya aku saja yang diam mengira langit masih mendung
daun itu sebenarnya sudah layu terbawa angin
tapi hanya aku saja yang kekeh merawatnya
sebenarnya waktu untuk bersamamu sudah habis
tapi hanya aku saja yang terus mengingatnya dan menyuruhmu
mengulangnya kembali
sebenarnya waktu sudah menunjukkan orang lain
namun hanya aku saja melihat gambar wajahmu terdapat padanya
kau sebenarnya sudah pergi jauh meninggalkan jejak
hanya aku saja yang terus ikhlas menanti kedatanganmu
Bandung, 21 Agustus 2006
Hidup perlu perjuangan
Kisah sedih, susah dan bahagia sudah menjadi bunga dalam kehidupan
Kala sedih selalu mengingat yg dipuja atau mengingat masa lalu yang suram, kalah susah selalu mengingat-Nya, kala senang biasa lupa pada-Nya
Selalu berusaha mencari yang terbaik dgn doa dn berikhtiar
Lalui dengan selalu berada pada tuntunan-Nya kelak mendapat yang terbaik, dgn kebaikan berbuah kebaikan, dgn keburukan membuahkan keburukan
Layu mungkin tidak disiram, mgkn lupa tidak siram, mngkn lupa akan semua yg mengasihi kita, krn byk dari mereka yg mungkn kita tidak tahu mereka tetap mengasihi dan menyayangi kita (teman, sahabat, saudara, orang tua) karena mereka masih ada disekeliling kita
Meski dia layu blm tentu dia mati, masih ada separuh kehidupannya.
Kelak dia akan mekar seperti bunga-bunga yang lain memamerkan keindahannya dn harumnya yg tak terbayangkan indah-Nya dan tetap harum dn enak dipandang
Comment by hermawan — October 29, 2008 @ 10:40 am