Daun Kering
sekolah menyapa hari di mana bahuku sudah bersandar di pundak orang lain
seseorang itu menyapaku lagi
wajah ini agak menelungkup, takut memandang wajah lesunya
angin menghembuskan nafas terakhirnya
tak menyentuhku sama sekali
aku ini bagai seekor daun kering
hanya bisa bergerak ketika angin menggerakkanku
aku ini bagai seekor daun kering
hanya tempat persinggahan rintik ketika hujan
aku hanya seekor daun kering
rapuh adalah tameng masa laluku
seseorang itu menyapaku terus
ketika senyum ini hampir memudar
tak mendekat. Aku ragu dengan sikapnya
tak menyapaku, tak menghiraukanku
saat aku menunggumu kau pergi meninggalkan senyum
ketika hujan kau menangis
kisah kita hanya sebuah kesalah pahaman
tak berakar dan tak berujung