Pilihan Ujung
aku kesal dengan sebuah risau. Ujung-ujungnya
mengajak tubuh ini kembali melihat sosok yang selama ini
sangat ingin aku tinggalkan di belakang
walau banyak petunjuk untuk menjauhinya
tetapi tetap saja tubuh ini kembali pergi mendekatinya
semangatku kembali hilang dikarenakan
sebuah risau kembali menutupi dirinya
memberikan peluang sebundar hati
untuk lebih lekat kepada sosok. Haruskah
aku berjalan berbalik lalu kemudian memberikan
harapan kepada risau. Berjalan lurus dan meninggalkan keduanya
atau lebih baiknya, menatap sosok itu
lalu bersender dibahunya. Aku kesal karena kebingungan
ketiga pilihan membuat jiwa ini bertambah menjauhi
risau dengan sebuah sosok. Ujung-ujungnya
aku yang lebih merasakan sakit hati ini