Senyum
Diakhir pelajaran teman keluar kelas
dia menungguku dengan senyumnya
tak pernah meninggalkanku sendirian
walau hati ini menyimpan debu
senyum itu dapat membuatku masam
tapi diri ini masih diam belum bergerak
dan tak merespon seperti dengan wajah tampan
juga dengan kenangan
aku ingin dia bilang “aku tak suka kau dengannya”
cukup bilang seperti itu aku sudah senang
kuncupnya pasti mekar
sayang raut wajahmu sama sepertiku
untaian katamu pasti tersembunyi
lagu kita berbeda notasi
bila menyatu membuat senyum
menghilangkan gundah yang selama ini tersimpan
membuat segaris gigi dalam mulut
ingin menyanyikan kelamaan didepanmu
aku mengerti resikonya membuka kisah lama
lalu menceritakan sepenuh hati didalamnya
sekarang kau adalah senyum
yang terukir dibibirku
bukan disanubari
aku baru mendekati selangkah
tak berharap banyak darinyamencintai seseorang jangan keterlaluan
karena sama saja menusuk belati
kedalam dada sendiri
sebab aku tak ingin menggores senyumku terlalu dalam untukmu