Lail Brichana Riani

February 4, 2004

Harap-harap Cemas

Filed under: Puisi - Poem

kabut lihatlah sebuah indah
masa ditengah-tengah
aku masih ingin berharap
menunggu datangnya sinar
walaupun lampu mobilmu
aku masih berharap
walaupun dijok depan sampingmu ada dia
akau masih menunggu harap
walaupun dipertangahan kau dan dia
apakah akan terjawab
walaupun menyakitkan, sangat
nanti, sebuah alasan akan membuatku
tersenyum manis walau tak akan manis
aku masih ingin berharap

Datangnya Sebuah Arti

Filed under: Puisi - Poem

suatu hari ketika hujan memuncak
kala waktu yang dulu terdengar lagi
aku tahu semuanya sama
tapi setiap sisi selalu kunamakan
kuharap kau yang tertulis lekat dan berbekas
tapi indahnya t’lah menyinggung senyuman
terlalu manis menggores bibirku
suatu saat aku akan bilang
namun aku tak mau disudut hatiku ada es
malam t’lah berkibar
kibaranku semakin luas dan dalam
sang sakanya membuatku tunduk memberi hormat
kaukah itu keabadian menyisakan tangis yang
seperti biasanya
aku mau dia menggandeng
seperti kau yang memberi harapan
meringis aku waktu kau datang
apakah ini pengkhianatan hati
selalu dalam lubuk hati
ini sebuah pengkhianatan
atas tetesan air mata ini
kau adalah cinta
dia adalah kau
sedangkan aku, musibah

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Chris M